Bidan Lalai,Bayi baru lahir Meregang Nyawa

Cilacap - Diduga, bayi tersebut meregang nyawa setelah terlambat ditangani oleh pihak Puskesmas Kawunganten.


Kala itu, sekitar pukul 09.00 WIB, kakak iparnya datang ke Puskesmas Kawunganten setelah sejak subuh mengalami kontraksi.


Tak lama sekitar 30 menit kemudian, kakak iparnya pun melahirkan anak keduanya.


"Langsung bayinya dibersihin tapi ngga nangis, kurang lebih 15 menit kemudian baru nangis dan warna badannya dari dada sampai kepala itu biru."


Beberapa saat kemudian, Listi menjelaskan nafas sang bayi mulai terengah-engah dan menangis seperti kesakitan.


Untuk kedua kalinya, mertua kakak iparnya menanyakan lagi kepada bidan untuk memeriksa keadaan cucunya,tapi tidak direspon


Sampai-sampai, sang bayi mengeluarkan banyak lendir di mulutnya, namun dibersihkan sendiri oleh pihak keluarga menggunakan handuk.


"Tapi bidannya bilang 'emang bayi kaya gitu, kaya ngga pernah lahiran aja' kan dari pihak saya semakin bingung," ujar perempuan berusia 22 tahun ini.


Setelah pergantian shift sekitar pukul 15.30 WIB, bayi keluarga Listi baru mendapat respons setelah bidan dalam shift sore datang memeriksanya.


"Padahal kita udah tiga kali melapor tapi sama sekali ngga dilihat (oleh bidan shift pagi)," ungkap Listi.


Setelahnya, sang bayi sampai di rumah sakit pukul 18.30 WIB dan langsung mendapat perawatan.


Kala itu, kondisi sang bayi sudah parah, bahkan sempat henti nafas hingga tiga menit pada pukul 22.00 WIB.


Hingga berbagai cara diusahakan, bayi tersebut akhirnya meninggal dunia pada pukul 01.57 dini hari.


Berlangganan update artikel terbaru via email: