Tidak Punya Hasil Rapid Tes,Ibu Hendak Melahirkan ,Meninggal Setelah Ditolak 5 RS

MAKASSAR — Untuk yang kesekian kalinya, peristiwa ibu hamil ditolak rumah sakit saat hendak melahirkan dengan alasan belum memiliki hasil tes COVID-19, kembali terjadi di Indonesia.



Kali ini menimpa Hartina di Makassar, Sulawesi Selatan. Mirisnya, perempuan asal Kabupaten Bulukumba itu ditolak bersalin oleh lima rumah sakit sekaligus karena alasan belum punya hasil tes COVID-19 berupa rapid test.


Parahnya, dia diduga ditolak bukan hanya satu rumah sakit. Justru empat rumah sakit di Makassar, Hartina tidak diberikan perawatan medis.


Faisal Ahmad, rekan almarhumah menyebut, rumah sakit yang dimaksud adalah RS Labuang Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia. Sesampainya di RSUP Wahidin, Hartina sudah tak kuat hingga meninggal dunia.


“Pukul 17.28 Wita ke RS Labuang Baji tapi ditolak karena tidak ada hasil rapid test. Pukul 18.22 Wita di RS Kartini, tidak ada ICU. Pukul 19.00 Wita di RS Ananda, ruang ICU sedang disterilkan,” jelasnya, Kamis (10/12/2020).


Di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Hartina mendapat perawatan medis. Namun tak berselang lama, dia pun meninggal dunia. Begitu pula dengan kandungannya.


“Pasien bernama Hartina langsung dipulangkan ke Bulukumba pukul 22.23 Wita oleh keluarganya,” tambahnya 


Sementara itu, salah satu keluarga almarhumah, Bunda, kecewa atas penolakan berujung meninggalnya almarhumah.


“Dia kejang sebelum melahirkan. Saat dibawa ke RS Labuang Baji Makassar, malah ditolak,” singkatnya saat dikonfirmasi.


Ia menyebut ada tujuh rumah sakit yang menolak Hartina yakni RSUD Bantaeng, RSUD Jeneponto, RSUD Takalar, RS Labuang Baji, RS Kartini, RS Ananda, dan RS Pelamonia.

Berlangganan update artikel terbaru via email: